http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/issue/feed JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta 2026-02-02T08:14:07+07:00 Ir. Ma'ruf Pambudi Nurwantara, S.TP., M.Si. agritek@unmer-madiun.ac.id Open Journal Systems <p><strong>AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta</strong> is a journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Merdeka Madiun (UNMER Madiun). Journal of Protection with Research and Community Service Institute, Universitas Merdeka Madiun. Journals published twice a year (March and September) accept research in agriculture and exact sciences with research methodologies that meet the publication standards.</p> <p> </p> <p><strong>AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta</strong></p> <p><strong>p-ISSN :</strong> <a title="ISSN Print" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1180424721" target="_blank" rel="noopener">1411 - 5336 </a></p> <p><strong>e-ISSN </strong> : <a title="ISSN Online" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1492664660" target="_blank" rel="noopener">2580 - 0035</a></p> http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/190 Penggunaan Jamur (Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana) Terhadap Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Fase Vegetatif Tanaman Melon(Cucumis melo L.) 2025-09-22T11:52:05+07:00 Muhammad Faisal Setiawan faisalsetiawan9139@gmail.com Wuye Ria Andayanie wuyeria@unmer-madiun.ac.id Ratna Mustika Wardhani ratnamustika@unmer-madiun.ac.id <p><em>Melon (Cucumis melo L.) is a high – value horticultural commodity with increasing demand. One of the main challenges in melon cultivation is infetstation by whitefly (Bemisia tabaci Genn.) which causes direct damage and acts as a virus vector. This study aimed to evaluate the effect of Trichoderma sp. and Beauveria bassiana on the vegetative growth of melon and the suppression of whitefly infestasion. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments : control (P0), Trichoderma sp. (P1), Beauveria bassiana (P2), and their combination (P3), each repeated three times with nine plants per replicate. Observed parameters included spore density, spore viability, plant growth (height, stem diameter, number of leaves, and flowers), whitefly population, and leaf damage intensity. The results showed that the combination treatment (P3) produced the best outcome, with plant height of 149,85 cm, stem diameter of 0,68 cm, higher leaf and flower number compared to control, although not statistically significant. More over, the combination effectly reduced whitefly populations from 49,66 to 10,55 insects per plant at 49 days after transplanting, and decreased leaf damage intensity below the control threshold. Both fungi exhibited spore viability above 90%, indicating good inoculum quality. These findings suggest that the combined application of Trichoderma sp. and B. bassiana has potential as an environmentally friendly integrated pest management (IPM) strategy for melon cultivation under greenhouse conditions.</em></p> <p> </p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/191 Efektivitas Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Larutan Pupuk Kandang pada Hidroponik Tanaman Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) Sistem Deep Flow Technique (DFT) 2025-09-22T11:50:58+07:00 wuryantoro wuryantoro wuryantoro@unmer-madiun.ac.id Elysa Aulia Pramesti elysaauliapramesti@gmail.com Indah Rekyani Puspitawati indahrekyani@unmer-madiun.ac.id <p>Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) is a high-value vegetable that has the potential to be developed through the Deep Flow Technique (DFT) hydroponic system by utilizing goat manure solution as an environmentally friendly nutrient alternative. The study aims to determine the effect of the interaction of concentration and frequency of application of goat manure solution on the growth and yield of kailan plants, and to determine the extent to which it can compete with AB-Mix. The study was conducted at the Greenhouse of Agricultral Faculty, University of Merdeka Madiun. in October–December 2024. The experiment using a two-factor of Randomized Block Design (RBD) with three replications. The first factor was the concentration of goat manure solution (1 kg/20 L, 3 kg/20 L, and 6 kg/20 L air) and the second factor was the frequency of application every 3 days, 6 days, and 9 days, plus one AB-Mix control treatment. The results showed that the frequency of application every 6 days (F6) provided a more significant increase in yield with an increase in the concentration of goat manure up to 6 kg/(P6) compared to frequencies of 1 and 3 kg. The best results were achieved by a combination of 6 kg concentration treatment with a frequency of application every 6 days, and was able to compete with the application of AB-Mix. Thus, the use of manure solution can substitute the use of chemical nutrients, is cheaper, easier to obtain and more sustainable.</p> <p> </p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/192 Efektivitas Tinggi Tiang dan Warna Cahaya pada Light Trap untuk Pengendalian Hama Padi (Oryza sativa L.) 2025-09-22T11:49:13+07:00 Heru Kurniawan herukurniawan080602@gmail.com Wuye Ria Andayanie wuyeria@unmer-madiun.ac.id Djoko Setyo Martono djokosetyo@unmer-madiun.ac.id <p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; margin: 0in -9.0pt 5.0pt 0in;"><span style="font-size: 10.0pt;">Padi (<em>Oryza sativa</em> L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,19% per tahun meningkatkan kebutuhan beras, sementara produksinya sering terganggu oleh serangan hama, seperti wereng batang coklat (<em>Nilaparvata lugens</em>) dan walang sangit (<em>Leptocorisa oratorius</em>), yang dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 20–25% setiap tahun. Upaya pengendalian hama pada budidaya padi umumnya masih mengandalkan pestisida sintetik, yang berdampak negatif terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ramah lingkungan seperti Pengendalian Hama Terpadu (PHT), salah satunya dengan pemanfaatan perangkap cahaya (<em>light trap</em>) menggunakan variasi tinggi tiang dan warna cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ketinggian tiang dan warna cahaya pada <em>light trap</em> dalam mengendalikan hama padi serta mengetahui interaksi antar perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan pada bulan Maret–April 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu tinggi tiang (50 cm, 100 cm, dan 150 cm) dan warna cahaya (ungu ultraviolet, biru, dan kuning), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah hama, intensitas serangan, efektivitas perangkap cahaya, tinggi tanaman, jumlah anakan, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tiang setinggi 100 cm dengan cahaya ungu ultraviolet merupakan perlakuan paling efektif, ditunjukkan dengan jumlah hama tertangkap terbanyak dan intensitas serangan terendah. Warna cahaya berpengaruh nyata terhadap daya tarik hama nokturnal, sedangkan tinggi tiang tidak berinteraksi signifikan dengan warna cahaya terhadap pertumbuhan tanaman. Penerapan <em>light trap</em> dengan konfigurasi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pengendalian hama secara ramah lingkungan dan menjadi bagian dari strategi PHT yang mendukung pertanian padi berkelanjutan.</span></p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/193 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Produksi Padi pada Kelompok Tani (Studi Kasus Kelompok Tani “Padi Menguning” di Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun) 2026-01-13T09:29:12+07:00 Ratna Mustika Wardhani ratnamustika@unmer-madiun.ac.id Wara Permata Adellia warapermataadellia@gmail.com Ma'ruf Pambudi Nurwantara makrufpn@unmer-madiun.ac.id <p>Kelompok tani memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam pemilihan varietas benih padi. Kelompok ini berfungsi sebagai wadah bagi petani untuk berbagi informasi, pengalaman, dan teknologi yang berkaitan dengan budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan petani dalam Kelompok Tani “Padi Menguning” dalam meningkatkan produksi padi di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan sampel yang diambil dari salah satu dari 19 kelompok tani yang ada di Kecamatan Kartoharjo, yaitu sebanyak 47 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, pemilihan benih, dan penggunaan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi padi pada Kelompok Tani “Padi Menguning” di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Namun, kepemilikan lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi pada kelompok tani tersebut. Kesimpulan lainnya menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, kepemilikan lahan, pemilihan benih, dan penggunaan pupuk secara simultan berpengaruh terhadap produksi padi pada Kelompok Tani “Padi Menguning” di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun</p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/194 Respon Pembungaan Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) Terhadap Aplikasi Berbagai Dosis Pupuk MKP dan POC Asam Amino 2026-01-15T12:12:36+07:00 Fadilla Eka Rohcahyani fadillaeka11@unmer-madiun.ac.id Ratna Mustika Wardhani ratnamustika@unmer-madiun.ac.id <p>Melons are a horticultural commodity with high economic value and are popular among consumers. Efforts to improve melon cultivation to increase production and fruit quality are necessary. The flowering phase in melon cultivation is a critical phase that greatly affects the success of the melon harvest. The combination of MKP fertilizer, which is an inorganic fertilizer, and amino acid LOF (Liquid Organic Fertilizer), which is an organic fertilizer, is expected to improve the flowering phase of melon plants. This study aims to determine the appropriate combination of MKP fertilizer and amino acid LOF doses to improve flowering in melon plants. The study was conducted from April 2024 to July 2024. The research was conducted on farmers' land in Jatirejo Village, Nganjuk District, Nganjuk Regency. This study used a factorial experiment arranged in a Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. Factor I was the MKP fertilizer dose, consisting of 3 levels, namely M1 (5 g/plant), M2 (10 g/plant), M3 (15 g/plant), and factor II was the amino acid LOF dose consisting of 4 levels, namely A0 (control), A1 (50 ml/plant), A2 (100 ml/plant), A3 (150 ml/plant). The parameters used were the age of the first flower, the number of female flowers, the number of male flowers, and the total number of flowers. Data analysis was performed using ANOVA and a 5% significance level. The combination of 15 g/plant of MKP fertilizer and 100 ml/plant of amino acid LOF was the best treatment combination for increasing the number of male flowers and the total number of flowers on melon plants.</p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/197 Revolusi Digital di Kebun Mint: Pemetaan Bibliometrik Perkembangan Sistem Sensor IoT untuk Smart Farming 2026-01-29T11:43:23+07:00 Ahmad Fauzan Razaqi jackrazaqi@gmail.com Mahendra Lucky Widiatmoko hendralucky6@gmail.com Mahendri Lucky Widiatmoko hendrilucky6@gmail.com Ma’ruf Pambudi Nurwantara makrufpn@unmer-madiun.ac.id Luluk Sulistiyo Budi luluksb@unmer-madiun.ac.id <p>Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan sensor semakin mendorong perkembangan sistem pertanian cerdas, termasuk dalam budidaya tanaman mint yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Meski demikian, penelitian mengenai penerapan IoT pada tanaman mint masih terbatas dan tersebar di berbagai disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan riset terkait aplikasi IoT dan sensor pada smart farming tanaman mint melalui pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari Scopus untuk periode 1974–2025, menghasilkan 124 dokumen awal yang kemudian diseleksi menjadi 64 publikasi relevan. Analisis menggunakan Biblioshiny mencakup tren publikasi, performa sitasi, jejaring kolaborasi, dan struktur konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topik ini berkembang secara multidisipliner dengan kontribusi utama dari bidang teknik, agronomi, dan kecerdasan buatan. Jurnal inti seperti Smart Agricultural Technology dan Nano-Micro Letters mendominasi publikasi. Kata kunci dominan menegaskan peran IoT, precision agriculture, dan deep learning sebagai tema sentral. Studi ini memberikan gambaran ringkas tren penelitian serta peluang pengembangan di masa depan.</p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek/article/view/196 Kajian Dosis Asam Humat dan Konsentrasi Pupuk Hayati Plant Growth Promoting Rhizobacteria Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) 2026-01-29T04:46:04+07:00 Marti Winarni matiwinarni@unmer-madiun.ac.id Lulus Firmansyah lulusfirmansyah1234@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui interaksi dosis asam humat dan konsentrasi pupuk hayati PGPR terhadap<br />pertumbuhan dan hasil padi; (2) mengetahui dosis asam humat dan konsentrasi pupuk hayati PGPR yang optimum terhadap<br />pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari dua faktor tiga<br />ulangan. Faktor pertama adalah dosis asam humat, terdiri atas tiga taraf, yaitu: A1 = 50 kg/ha; A2 = 75 kg/ha; A3 = 100 kg/ha.<br />Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR, terdiri atas empat taraf, yaitu: P1 = 60 ml/L air, P2 = 80 ml/L air, P3 = 100 ml/L air,<br />P4 = 120 ml/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis asam humat dan konsentrasi PGPR<br />terhadap pertumbuhan tanaman yang ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah anakan dan luas daun, serta<br />komponen hasil dan hasil gabah. Penggunaan dosis asam humat 100 kg/ha jika ditambah dengan konsentrasi PGPR 120 ml/L<br />air memberikan rata-rata hasil gabah kering giling tertinggi (8,61 t/ha).</p> 2025-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta