Studi Tentang Keragaman Hayati Tanaman Dan Perannya Dalam Mengeliminir Pencemaran Udara


Abstract

Tujuan riset : (a) melakukan identifikasi karagaman tanaman di wilayah RW07 Taman Indah Sidoarjo atas dasar kemampuannya dalam mengeliminir polutan, dan (b) mengetahui kondisi saat ini keragaman tanaman pada wilayah RW07 Taman Indah, Sidoarjo atas dasar analisis data yang ditemukan di lapangan. Pendekatan metode yang dipakai pada riset ini adalah : (a) melakukan survey lapangan secara langsung untuk mendata keadaan fisik semua sampel tanaman di lapangan dan (b) selanjutnya mengidentifikasi berbagai jenis tanaman menggunakan buku Identifikasi “Singapore flora” sesuai habitusnya, serta fungsi untuk menyerap polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) keragaman tanaman di wilayah RW07, Sidoarjo  adalah 76 pohon,  meliputi :  katagori semak 36 jenis, perdu 17 jenis, pohon berkayu 15 jenis , dan 8 jenis palem. (b). jenis tanaman yang berfungsi mereduksi partikel Pb, yakni  mahoni, angsana, tanjung, mangga, glodokan tegak, bugenvil, asem, dan sawo kecik; semua jenis tanaman berfungsi  menyerap CO2,  mereduksi CO dan NOx.

Downloads

Download data is not yet available.

Anonim. 2005. “Vegetasi Mereduksi Polusi Pb di Udara.” Warta Lingkungan.

Bapedal Propinsi Jawa Timur.

.2005a. Instruksi Walikota Nomor 11 tahun 2005 tentang pelaksanaan program

satu jiwa satu pohon (SAJISAPO) melalui pelayanan akte kelahiran dan surat

persetujuan menjadi penduduk (2005a).

___. 2006. “Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebagai Unsur Utama Pembentuk Kota Taman.”

Versi 8, Februari, (2006).

_.2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang

Penataan Ruang.

Antari, A.A.R.J. dan K. Sundra. 2002. Kandungan Timah Hitam (Plumbum) pada Tanaman

Peneduh Jalan di Kota Denpasar. Paper Jurusan Biologi F. MIPA-UNUD.

Dahlan, E.,Y.Untaryo, dan Umasda. 1989.Kandungan Timbal Pada Beberapa Jenis Pohon

Pinggir Jalan di Jalan Sudirman. Bogor: Media Konservasi II (4), Desember (1989):

-50.

______. 2004. Membangun Kota Kebun Bernuansa Hutan Kota. IPB Press. Bogor.

Durowoju, O. S., John O. Odiyo and Georges-Ivo E. Ekosse. 2016.Variations of Heavy Metals

from Geothermal Spring to Surrounding Soil and Mangifera Indica–Siloam Village,

Limpopo Province. J. Sustanibility MDPI. 2016:8, 60

Grey, G.W. dan F.I. Deneke. 1978. Urban Forestry. John Wiley and Sons.

Gupta, N.; Yadav, K.K.; Kumar, V.; Kumar, S.; Chadd, R.P.; Kumar, A. 2019. Trace elements

in soil-vegetables interface: Translocation, bioaccumulation, toxicity, and

amelioration—A review. Sci. Total Environ. 2019, 651, 2927–2942.

Prihandarini, R. 2000. Mekanisme Reaksi dan Laju Reaksi Pada Reaksi Kimia yang

Terjadi di Alam.”

Kampa M, Castanas E. 2008. Human health effects of air pollution. Environmental

Pollution. 151: 362-367.

Kobayashi, Y; Fumihiko, O; Chalermpong, S; Takehiro, N dan Naohito, K. 2020. Removal of

Pb2+ from Aqueous Solutions Using K-Type Zeolite Synthesized from Coal Fly Ash.

Water 2020, 12., 2375. MDPI

Kumar, A.; Cabral-Pinto, M.M.S.; Chaturvedi, A.K.; Shabnam, A.A.; Subrahmanyam, G.;

Mondal, R.; Yadav, K.K.; Gupta, D.K.; Malyan, S.K.; Kumar, S.S.; et al. 2020. Lead

toxicity: Health hazards, influence on food chain, and sustainable remediation

approaches. Int. J. Environ. Res. 2020, 17, 2179

Kumar, S.; Prasad, S.; Yadav, K.K.; Shrivastava, M.; Gupta, N.; Nagar, S.; Malav, L.C.2019.

Hazardous heavy metals contamination of vegetables and food chain: Role of

sustainable remediation approaches—A review. Environ. Res. 2019, 179, 108792.

Laurie, M. 1975. An Introduction to Landscape Architecture. American Publisher.

Manisalidis I, Stavropoulou E, Stavropoulos A, Bezirtzoglou EE. 2020. Environmental and

halth impact of air pollution: a review. Frontiers in Public Health. 8: 1-13. doi:

3389/fpubh.2020.00014.

Miller, R. W. 1988. Urban Forestry Planning and Managing Urban Greenspace. University of

Winconsin, Stevens Point, New Jersey: Printice Hall, Enggleswood Cliffs,

Nowak DJ, Hirabayashi S, Doylec M, McGovernc M, Pasherc J. 2018. Air pollution

removal by urban forests in Canada and its effect on air quality and human

health. Urban Forestry and Urban Greening. 29: 40- 48

Nuiburger. 1975. Understanding Our Atmospheric Environment. Sanfransisco: W. H. Freeman

and Company..

Pentury,T. 2004. Kontruksi Model Matematika Tangkapan CO2 pada Tanaman Hutan Kota.

Ringkasan Disertasi, Program Pascasarjana Unair,

Rushayati, S. B. et al. 2020. The effect of utilization patterns of green open space on the

dynamics change of air quality due to the Covid-19 pandemic in Jabodetabek region.

Journal of Natural Resources and Environmental Management 10(4): 2020

Soedrajat. 1999. Lingkungan Hidup (Suatu Pengantar). Universitas Indonesia Press.

Sulasmini, Luh Komang M., M. S. Mahendra, dan Komang Arthawa Lila. (2007). Peranan

Tanaman Penghijauan Angsana, Bungur, dan Kupu-Kupu Sebagai Penyerap Emisi Pb

dan Debu Kendaraan Bermotor Di Jalan

Susilo, A dan D. R. Suryaningsih. 2009. Penghijauan Kota Secara Konseptual Untuk

Mengurangi Emisi Karbon.” Jurnal Lingkungan dan Pembangunan 29 (2) (2009):

-130

Widyastama, R. 1994. Jenis Tanaman Berpotensi untuk Penghijauan Kota. Kompas 11 Juli

(1994).

Title Studi Tentang Keragaman Hayati Tanaman Dan Perannya Dalam Mengeliminir Pencemaran Udara
Issue: Vol. 23 No. 1 (2022): JURNAL AGRI-TEK
Section Articles
Published: May 21, 2022
DOI: https://doi.org/10.33319/agtek.v23i1.113
Keywords: biological diversity, green open spaces (GOS), and air pollution
Author Achmadi Susilo